Dua Akseptor KB di Parang dan Takeran Terima Ayoman atas Kasus Kegagalan dan Komplikasi MKJP


Dinas PPKB PP dan PA Kabupaten Magetan melalui Balai Penyuluhan KB (BPKB) melaksanakan pemberian Ayoman kepada peserta KB yang mengalami kasus khusus pada 16 September 2025 di Kecamatan Parang dan 18 September 2025 di Kecamatan Takeran. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas program perlindungan akseptor yang digagas oleh BKKBN, dengan tujuan memberikan rasa aman serta dukungan bagi peserta KB yang menghadapi permasalahan dalam penggunaan metode kontrasepsi.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua akseptor yang menjadi penerima Ayoman. Di Kecamatan Parang, seorang akseptor mengalami komplikasi akibat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), sedangkan di Kecamatan Takeran kasus yang terjadi adalah kegagalan kontrasepsi MKJP. Kedua kasus ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap keberlanjutan program KB apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas PPKB PP dan PA bersama BPKB Parang dan BPKB Takeran memberikan bantuan finansial serta pendampingan berupa konseling dan edukasi alternatif kontrasepsi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu akseptor dalam mengatasi dampak medis maupun psikologis dari kasus yang dialami. Program Ayoman KB ini sekaligus menjadi bukti bahwa setiap peserta KB mendapatkan perlindungan penuh ketika menghadapi kendala dalam penggunaan kontrasepsi.

Selain memberikan bantuan, para penyuluh KB juga melakukan pendampingan berkesinambungan agar akseptor tetap merasa didampingi dalam perjalanan program KB mereka. Pendekatan ini mencakup aspek kesehatan, psikologis, dan edukatif sehingga akseptor dapat segera pulih serta tetap berkomitmen melanjutkan penggunaan kontrasepsi yang sesuai. Dengan demikian, kualitas keluarga tetap terjaga dan tujuan program KB nasional tetap berjalan dengan baik.

Dinas PPKB PP dan PA Magetan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya BPKB Parang dan BPKB Takeran, atas dukungan yang telah diberikan. Harapannya, kegiatan Ayoman KB ini tidak hanya menjadi solusi bagi akseptor yang mengalami masalah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat luas terhadap program KB sebagai upaya membangun keluarga berkualitas di Kabupaten Magetan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *